Minggu, 28 Agustus 2016

STRUKTUR ATOM, SISTEM PERIODIK DAN IKATAN KIMIA

STRUKTUR ATOM
KONFIGURASI ELEKTRON
TEORI DOMAIN ELEKTRON DAN GAYA ANTAR MOLEKUL
Teori Domain Elektron untuk meramalkan bentuk molekul
Dengan memahami konfigurasi elektron, kita dapat mengetahui bagaimana atom unsur-unsur saling berikatan membentuk molekul. Akan tetapi, untuk memahami sepenuhnya sifat fisis zat yang partikelnya berupa molekul, kita harus mengetahui bagaimana molekul-molekul tersebut saling berinteraksi melalui gaya antar molekul. Jenis gaya antar molekul ditentukan oleh kepolaran molekul. Kepolaran molekul selain ditentukan oleh kepolaran ikatan kovalen, juga ditentukan oleh bentuk molekul. Teori yang dapat digunakan untuk meramalkan bentuk molekul adalah teori domain elektron.
Teori domain elektron berguna untuk meramalkan bentuk molekul berdasarkan tolak-menolak elektron-elektron pada kulit luar atom pusat . Teori ini merupakan penyempurnaan dari teori VSEPR (valence shell elektron pair repulsion).
Domain elektron berarti kedudukan elektron atau daerah keberadaan elektron.
Jumlah domain elektron ditentukan  sbb. :
  1. Setiap elektron ikatan (ikatan tunggal atau rangkap atau rangkap tiga) berarti 1 domain
  2. Setiap pasangan bebas berarti satu domain
Prinsip dasar teori domain elektron
  1. Antar  domain elektron pada kulit luar atom pusat saling tolak-menolak sehingga domain elektron akan mengatur diri (mengambil formasi) sedemikian rupa sehingga tolak-menolak di antaranya menjadi minimum. Susunan ruang domain elektron yang berjumlah 2 hingga 6 domain yang memberikan tolakan minimum
  2. Urutan kekuatan tolak-menolak di antara  domain elektron adalah sbb.:
-          Tolakan antar domain elektron bebas > tolakan antara domain elektron bebas dengan domain elektron ikatan > tolakan antar domain elektron ikatan. Perbedaan daya tolak ini terjadi karena elektron bebas hanya terikat pada satu atom saja, sehingga bergerak lebih leluasa dan menempati  ruang lebih besar daripada elektron ikatan
  1. Bentuk molekul hanya ditentukan oleh pasangan terikat



  1. Molekul dengan 5 domain elektron : (1), (2) dan (3) equatorial, (4) dan (5) aksial




 

Selanjutnya langkah-langkah yang ditempuh untuk meramalkan geometri adalah sbb.:
  1. Membuat rumus Lewis untuk mengetahui jumlah domain elektron pada kulit luar atom pusat
  2. Menggambar susunan ruang domain-domain elektron di sekitar atom pusat yang memberi tolakan minimum
  3. Menetapkan pasangan terikat dengan menuliskan lambang atom yang bersangkutan
  4. Menentukan geometri molekul setelah mempertimbangkan pengaruh elektron bebas
Kedudukan domain elektron yang terdiri atas 2, 3, 4 dan 6 domain adalah ekivalen satu terhadap yang lain. Jadi yang mana saja dipilih sebagai pasangan bebas tidak akan mengubah bentuk molekul. Lain halnya jika domain elektron berjumlah 5, kelima domain terdiri atas dua posisi yang tidak ekivalen, yaitu 3 menempati posisi ekuatorial dan 2 posisi aksial.
Menggunakan teori domain elektron untuk meramalkan bentuk molekul

Tabel Meramalkan Bentuk Molekul

Catatan:
-  Bentuk molekul dengan 6 domain elektron di sekitar atom pusat hanya ada 3 meski secara teoritis bisa lebih
-  *Aks = Aksial, Eku = Ekuatorial
Contoh :
Ramalkan bentuk molekul NH3 dengan menggunakan teori domain elektron
Jawab :
-   Tulis struktur Lewis NH3
-   Dari struktur tersebut, diperoleh :
·   Jumlah domain elektron disekitar atom pusat = 4
·   Jumlah domain elektron ikatan (DEI) = 3
·   Jumlah domain elektron bebas (DEB) = 1
-   Jumlah dan jenis domain memberikan rumus AX3E1 atau AX3E
-   Dari tabel rumus AX3E adalah untuk bentuk piramida trigonal. Jadi, bentuk molekul NH3 adalah piramida trigonal.


2. Kepolaran Molekul
Secara umum kepolaran molekul ditentukan oleh dua faktor, yakni kepolaran ikatan kovalennya (pola atau non-polar) dan bentuk molekulnya (simetris atau tidak simetris)
  • Kepolaran molekul yang memiliki 1 ikatan kovalen atau yang disebut juga molekul dwiatom:
-      Apabila ikatan kovalen tersebut non-polar, maka molekul bersifat non polar. Contohnya H2, Cl2, dan O2.
-      Apabila ikatan kovalen tersebut polar, maka molekul bersifat polar. Contohnya, HCl dan HF.
  • Kepolaran molekul yang memiliki lebih dari 1 ikatan kovalen atau yang disebut juga molekul poliatom:
-      Apabila salah satu ikatan kovalennya bersifat polar, maka
Ø  Molekul bersifat non-polar jika bentuk molekulnya simetris. Contohnya CCl4, CO2, dan BCl3
Ø  Molekul bersifat polar jika bentuk molekulnya tidak simetris. Contohnya H2O, NH3, dan CHCl3.
-      Apabila semua ikatan kovalennya bersifat non-polar, maka molekulnya bersifat non-polar. Contohnya, P4 dan S8.

  1. Hibridisasi
Bentuk molekul dapat diramalkan dengan teori domain elektron. Namun demikian, teori tersebut tidak menjelaskan bagaimana suatu molekul dapat berbentuk seperti itu. Sebagai contoh, teori domain elektron meramalkan molekul metana (CH4) berbentuk tetrahedron dengan 4 ikatan C-H yang ekivalen. Fakta eksperimen juga sesuai dengan ramalan terebut. Akan tetapi mengapa molekul CH4 dapat berbentuk tetrahedron?
Pada tingkat dasar, atom karbon (nomor atom = 6) mempunyai konfigurasi elektron sebagai berikut
Dengan konfigurasi elektron seperti itu atom karbon hanya dapat membentuk 2 ikatan kovalen (hanya elektron tunggal yang dapat dipasangkan untuk membentuk ikatan kovalen). Oleh karena ternyata karbon membentuk 4 ikatan kovalen, dapat dianggap bahwa 1 elektron dari orbital 2s dipromosikan ke orbital 2p sehingga karbon mempunyai elektron tunggal sebagai berikut :



 Jadi hibridisasi adalah peleburan orbital-orbital dari tingkat energi yang berbeda menjadi orbital-
orbital yang setingkat. Jumlah orbital hibrida (hasil hibridisasi) sama dengan jumlah orbital yang terlihat pada hibrida itu.
Contoh soal:
Molekul PCl5 diketahui berbentuk bipiramida trigonal. Bagaimanakah bentuk hibridisasi dalam molekul itu?
Jawab:
P (nomor atom = 15) mempunyai konfigurasi elektron sebagai berikut:
15P : [Ne] 3s2 3p3
Supaya dapat membentuk 5 ikatan kovalen, maka 1 elektron dari orbitl 3s harus dipromosikan ke orbital 3d. Selanjutnya orbital 3s, ketiga orbital 3p dan 1 orbital 3d mengalami hibridisasi membentuk orbital hibrida sp3d yang berbentuk bipiramida trigonal.

Soal:
Tentukan tipe hibridisasi dalam masing-masing molekul berikut:
a.H2O          d. SF4
b.ClF3          e. IF5
c.XeF4          f. BF3

MATERI DAN SOAL STRUKTUR ATOM SISTEM PERIODIK DAN IKATAN KIMIA
  1. BILANGAN-BILANGAN KUANTUM
  2. GAYA ANTAR MOLEKUL
  3. KONFIGURASI ELEKTRON
  4. PERKEMBANGAN SISTEM PERIODIK
  5. PERKEMBANGAN TEORI ATOM DAN STRUKTUR ATOM
  6. SIFAT-SIFAT UNSUR DAN KEPERIODIKAN UNSUR
  7. SISTEM PERIODIK UNSUR
  8. SPU (RINGKASAN DAN SOAL)
  9. STRUKTUR ATOM
  10. STRUKTUR ATOM,SISTEM PERIODIK DAN IKATAN KIMIA
  11. TEORI DOMAIN ELEKTRON DAN GAYA ANTAR MOLEKUL
  12. soal sistem periodik unsur
  13. soal sistem periodik unsur2
  14. soal struktur atom
  15. soal struktur atom, sistem periodik dan ikatan kimia
  16. soal struktur atom2


    Molekul Metana (CH4), Pada tingkat dasar, atom karbon sebagai atom pusat dengan nomor atom 6 mempunyai konfigurasi elektron =    1s2 2s2 2p2 
    Diagram orbital atom C

                   
     Dari diagram orbital, hanya ada dua elektron yang tidak berpasangan (elektron yang dapat digunakan untuk berikatan kovalen) jadi seharusnya atom C hanya dapat berikatan dengan dua atom H membentuk CH2. Tetapi kenyataannya senyawa CH2 tidak ada, yang ada adalah CH4.
             
    Pembentukan molekul CH4 dapat dijelaskan dengan teori hibridisasi. Tahapan pembentukan ikatan dalam molekul CH4 sebagai berikut:
               
    Gambar 2.8. Diagram pembentukan orbital hibrida sp3 dan geometri molekul CH4
    Teori ini menjelaskan adanya promosi satu elektron dari orbital 2s ke orbital 2pz membentuk empat orbital baru yang setingkat. Orbital tersebut dinamakan orbital hibrida sp3. Kemudian terjadi empat ikatan C-H akibat adanya pertindihan orbital 1s dari hidrogen dengan  orbital sp3 dari karbon membentuk geometri tetrahedral.
              Dari penjelasan tersebut, penentuan geometri molekul menurut teori hibridisasi atau teori ikatan valensi didasarkan bagaimana atom-atom membagi elektron saat terjadinya ikatan. Bila dua atom berikatan secara kovalen, orbital salah satu atom akan mengalami tumpang tindih (overlap) dengan orbital atom lainnya. Pasangan elektron akan dibagi diantara kedua orbital yang tumpang tindih sehingga kepadatan elektron akan terkumpul diantara inti atom-atom yang berikatan, seperti pada gambar 2.8.
     
    Gambar 2.9. tumpang tindih antara orbital 1s.
    Teori hibridisasi dapat dikatakan sebagai suatu teori peleburan orbital-orbital dari tingkat energi yang berbeda menjadi orbital-orbital yang setingkat. Secara umum berbagai tipe hibridisasi dan geometri molekulnya dapat dilihat pada tabel 2.2.
    Orbital hibrida
    Jumlah pasangan ikatan
    Geometri molekul
    Sudut ikatan
    Contoh molekul
    sp
    2
    Linier
    1800
    BeCl2
    sp2
    3
    Segitiga datar
    1200
    BCl3
    sp3
    4
    Tetrahedral
    109,50
    CH4, CCl4
    dsp2
    4
    Segiempat datar
    900
    Ni(CN)42-
    dsp3, sp3d
    5
    Segitiga bipiramida
    1200 (equilateral) dan 900 (aksial)
    PCl5
    d2sp3, sp3 d2
    6
    Oktahedral
    900
    Fe(CN)63-, SF6
    Tabel 2.2. beberapa bentuk geometri molekul menurut teori hibridisasi
    Contoh;
    Menurut teori VSEPR, Molekul PCl5 diketahui berbentuk bipiramida segitiga. Bagaimanakah bentuk molekul PCl5 berdasarkan teori  hibridisasi?
             
    Orbital sp3d berikatan dengan 5 orbital 3p dari Cl membentuk geometri bipiramida segitiga